Jumat, 25 Januari 2013

synopsist



SYNOPSIST film ‘’pengALAMan’’
“Am”

Indahnya alam yang diberikan tuhan yang maha esa sungguh tiada kata yang dapat melukiskannya. Lala memiliki hoby yang cukup beda diantara gadis seusianya. Lala menyukai alam, dia senang sekali mengunjungi daerah-daerah yang sejuk apalagi jika ada wahana air, alangkah girangnya sampai-sampai begitu antusias. tomi, raka, bimo, serta kawan-kawan lainnya sama gilanya dengan lala yang tergila-gila jika mengunjungi air terjun, cilembeur menjadi tujuan mereka..peralatan-peralatan yang dibawa cukup tidak berlabihan maklum sekelompok anak-anak ini terbilang enggak mau ribet dan pusing dengan bawaannya.
Ketika sampai disana lala beserta gerombolan sangat antusias, tomi yang terlalu bersemangat sampai terpeleset. Cilembeur yang indah memuaskan hasrat mereka, mata mereka dimanjakan dengan alam sekitar.
“la, aku jadi pengen nginep disini?!lagi pula sekarang udah sore. Rayu tomi.
“ideeeeee bagus!!!!! Teriak lala.”setuju ga?! Seru lala.”SETUJU”!!!!!!!
Mereka pun memutuskan bermalam di curug cilembeur, berharap keesokan harinya menyaksikan pemandangan pagi yang pastinya indah tiada tara. Walau udara dingin seakan menusuk tulang tak mengurangi rasa antusias mereka.
Mandi pagi merasakan air yang segar pun tak begitu saja dilewati mereka, sekedar cuci muka membangunkan mata dari kantuknya tidur semalam. Raka dan bimo berkeliling-keliling, ketika itu mereka tak sengaja melihat penangkaran kupu-kupu yang ternyata dikelola oleh pihak curug cilembeur tersebut. Betapa terkagum-kagumnya mereka, namun teriakan mereka menarik teman-teman yang lain untuk melihat. Selagi mereka memandangi berbagai macam kupu-kupu disana, ada sedikit kekecewaan, ada salah seorang pengunjung yang berusaha membeli dan menjadikannya cendramata yang sebelumnya telah mereka berikan pengawet pada kupu-kupu yang ada di tangan mereka, sangat disayangkan ada seseorang yang melakukan tindakan tersebut, bimo yang perlahan-lahan mendekati bapak yang sedang berusaha mendekati salah seorang pekerja. Kaget bukan kepalang bimo dan yang lainnya mendengar pengakuan bapak itu.
Disisi lain, lala yang sedang asik menikmati rindangnya pepohonan yang menjulang tinggi, membuat lala dan kawan-kawan tak henti-hentinya menyerukan kata “WAHHHHH!!!!!”,, andai bisa terpelihara sampai lama senang rasanya anak cucu kita nanti dapat merasakan hal yang sama (tua deh si lala,,hhehe). Ddddddrrrrrrrr….. suara bising bergrendel terdengar sedikit menggangu  heningnya suasana pagi, rasa penasaran pun menarik lala dan kawan-kawan, terlihat seorang pemuda yang tengah bersiap-siap melakukan tindakan yang dapat merusak pepohonan sekitar, penebangan lagi-lagi, mengapa mesti di temukan didaerah seperti ini, apa tidak terpikirkan betapa sayangnya bila pohon-pohon yang telah berumur ratusan tahun itu di tebang, bagaimana dengan keadaan bumi yang semakin tak aman ini. Mereka mendekati lelaki muda itu,dengan rasa menggebu-gebu ingin rasanya meneriakan “HEEEIII,,BERHENTIIII!!!”. Ujo yang melihat tindakan lelaki itu kesal dibuatnya, mereka menegur perbuatan yang telah dilakukan pemuda itu.,kaget spontan pemuda itu karena tepukan tangan ujo di punggungnya. Pemuda itu mengatakan alasan ia melakukan tindakan yng sangat merugikan banyak pihak, hasil penebangan itu dapat mendatangkan uang untuknya, batang–batang pohon banyak dimanfaatkan untuk banyak hal misalnya saja sebagai penyanggah rumahnya, dan terkadang dijadikan barang kesenian. Itu namanya mementingkan diri sendiri tanpa mengendepankan kepentingan banyak pihak serta kerugian yang ditimbulkan. Perbincangan dilalui lala cukup tegang, rasa degdegan sempat menyelimuti hati anak-anak itu, namanya juga dearah orang, tapi kan demi menjaga apa yang tuhan berikan untuk kita sudah sepatutnya kita melestarikannya bukan.
Di persimpangan jalan lala dan kawan-kawan berpapasan dengan raka dan bimo yang baru saja melihat penangkaran kupu-kupu dan tak sabar menceritakan apa yang mereka baru saja saksikan begitu juga dengan lala dan kawan-kawan, mereka saling menggebu-gebu menceritakannya lebih dulu.
Sambil jalan mereka melintasi area jembatan gantung yang menyajikan keindahan lingkungan curug cilembeur dari banyak sisi. Langkah mereka tiba-tiba terhenti dikejutkan oleh salah seorang pengunjung yang sedang asik mengukir namanya. Spontan tomi menanyakan apa yang mereka lakukan,, dan apa alasan mereka sungguh disayangkan mereka berkata “untuk menjadi kenang-kenangan, menandakan keberadaan kami saat ini di curug cilembeur,tanggal serta tahun tak luput kami bubuhkan”. Jelas mereka. YAAA…TUHAN..kenapa harus seperti ini, apa gunanya camera di zaman ini, jika masih saja merusak bagian wisata alam ini.
Lala, tomi, raka, bimo, serta kawan-kawan, berkumpul mereka berencana membuat papan-papan larangan, tentunya dibicarakan terlebih dahulu dengan pengelola. Apa yang mereka lihat, apa yang mereka inginkan, apa yang mereka lakukan, dan apa yang mereka buat tentunya semata-mata hanya untuk kepuasan bukan hanya untuk mereka tapi orang lain tentunya kelestarian curug cilembeur sendiri, agar terlihat semakin bagus dan para wiasatan tertarik akan keindahan yang ditawarkan di curug cilembeur. Dari hal yang kecil ternyata bernilai amat penting, peringatan-peringatan akan peraturan-peraturan yang diberlakukan menjadi hal yang amat penting. Sehingga orang-orang yang mengunjungi cilembeur lebih dapat merasakan kenyaman. Disediakan rumah gubuk untuk penginapan pun telah disediakan, para pedagang dengan berbagai jajanan khas juga berjajar.
Lala dan kawan-kawan merasakan hal yang beda dalam perjalanan kali ini, kami bangga dapat sedikit bantu menjaga wisata alam yang seharusnya memang kita lestarikan dan kita bantu pengelola wisata supaya dapat menyajikan tempat yang lebih baik, bukan hanya itu kami bangga walau dengan hal kecil setidaknya kami sudah mengurangi globalwarming. Kami hanya berharap semoga tak ada lagi tindakan-tindakan yang dapat merusak tempat-tempat wisata khususnya wisata alam. Sadar lingkungan mendatangkan keuntungan yang luar biasa selain hidup menjadi lebih sehat, sadar lingkungan menimbulkan kecintaan kita akan tempat wisata di Negara kita ini, tentunya dapat membantu devisa Negara, heheheh “seru lala”.

The end

Tidak ada komentar:

Posting Komentar